Buat para penggemarnya Harry Potter dan Transformers sebelum menonton filmnya, silahkan baca ini dulu. Yakin kan diri kalian untuk menonton filmnya? PIKIRKAN sekali lagi!
Sekian !
Harry Potter and The Deathly Hallows Part 2 dan Transformers: Dark of The Moon kemarin sudah masuk LSF untuk menjalani proses sensor film. Artinya, dalam waktu sekitar satu minggu lagi, kita sudah bisa menikmatinya di layar bioskop. Kalian senang?
Saya tidak. Saya, secara sadar, memutuskan untuk tidak akan menyaksikan kedua film itu di bioskop sebagai dukungan terhadap tegaknya kedaulatan negara ini.
Silakan baca tautan berikut untuk kalian yang belum tahu mahalnya harga yang harus dibayar oleh pemerintah kita hingga kedua film di atas bisa ditayangkan di Indonesia: http://cekricek.co.id/masih-tentang-skandal-film-impor/ dan http://cekricek.co.id/masih-tentang-skandal-film-impor-bagian-2/. Selain dikenal sebagai bosnya infotainment, Ilham Bintang adalah seorang pengamat dunia perfilman. Sebagai tambahan, berikut ada tulisan dari kritikus film senior, Mas JB Kristianto, yang dimuat di Kompas beberapa waktu yang lalu, masih seputar busuknya 21 Cineplex dan Omega Film, perusahaan importir buatannya: http://nasional.kompas.com/read/2011/06/28/02330966/Kekhawatiran-Itu-Akhirnya-Terjadi.
Bisa jadi, kepuasan kita saat menonton film-film tersebut adalah tangisan pedih darah dan air mata dari Ibu Pertiwi.
Catatan: Sebelumnya saya pernah menuliskan bahwa kita ini ibarat pecandu narkoba. Importir film adalah bandarnya, pemerintah adalah polisinya. Bandar salah siapa yang peduli? Yang penting barang tersedia!